Jayapura, Info Harian Terkini ,Com Salah satu pengamat masalah sosial di kota jayapura Victor Buefar mengatakan,’program yang di gagas oleh salah satu calon wali kota jayapura nomor urut 2 JBR sapaan akrab dari Jhony Banua Rouw yaitu sekolah gratis adalah merupakan pembohongan publik atau penipuan bagi warga kota jayapura dalam momentum pilkada 27 November 2024,”katanya senin 18 November 2024 di Jayapura.

Buefar menjelaskan, Total kebutuhan anggaran yang disebutkan oleh JBR adalah Rp 98 miliar untuk sekolah gratis seluruh siswa di Kota Jayapura harus dibandingkan dengan alokasi belanja lainnya dalam APBD Rp 1,6 triliun. Meski angka tersebut terlihat memungkinkan secara matematis, faktanya alokasi APBD harus memenuhi berbagai sektor penting lainnya seperti kesehatan, infrastruktur, dan layanan dasar lainnya yang juga menjadi prioritas utama masyarakat pada umumnya. Mengurangi anggaran perjalanan dinas tidak akan cukup menutupi kekurangan dalam implementasi sekolah gratis.
Berdasarkan data Dapodik, Kota Jayapura yang disebutkan beliau adalah 57.744 siswa. Dengan dana BOS sebesar Rp 46 miliar dari pusat, sisa anggaran sekitar Rp 52 miliar untuk sekolah gratis harus berasal dari APBD;
Namun, penghitungan rata-rata biaya Rp 1,7 juta per siswa harus mempertimbangkan biaya lain yang tidak tercakup, seperti peningkatan kualitas fasilitas, gaji guru honorer, perawatan sekolah, dan pelatihan tenaga pengajar. Ini adalah komponen penting yang tidak dapat diabaikan jika kualitas pendidikan ingin tetap terjaga,Jelasnya
Menurut Buefar bahwa menjanjikan sekolah gratis sebagai janji kampanye tanpa rencana matang dan tepat adalah menyesatkan masyarakat. Pemerintah kota harus memastikan bahwa janji tersebut dapat direalisasikan tanpa mengorbankan sektor penting lainnya.
Di samping itu, peran swasta dalam menyelenggarakan pendidikan juga tidak bisa diabaikan. Jika sekolah gratis diterapkan untuk sekolah swasta, bagaimana mekanisme subsidi kepada mereka ? Apakah pemerintah akan memiliki kapasitas untuk mengawasi implementasi ini,”tanyanya
Alih-alih berfokus pada sekolah gratis, alangkah baiknya Fokus kita dapat diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan, seperti menyediakan fasilitas belajar yang memadai, pelatihan guru, dan memperbaiki gaji guru honorer, yang memiliki dampak lebih besar terhadap pendidikan jangka panjang daripada sekadar janji gratis yang kosong.
“ janji sekolah gratis oleh JBR di Kota Jayapura adalah tujuan yang mulia, tetapi beliau harus rencanakan dengan matang, menggunakan data yang akurat, dan mempertimbangkan keberlanjutan anggaran. Masyarakat berhak mengetahui rencana lengkap, termasuk redistribusi anggaran dan dampaknya terhadap sektor lain, sebelum menerima janji politik semacam ini. “
Buefar, berharap agar supaya warga kota Jayapura tidak memilih pemimpin seperti ini hanya menjual program ilusi atau hayalan belaka yang tidak bisa diwujudkan namun pilih lah pemimpin kota Jayapura yang memiliki komitmen politik yang jelas dengan program – programnya yang masuk akal dan langsung menyentuh dengan masyarakat akar rumput,”harapnya tegas




