Jayapura – Masyarakat Papua diminta untuk waspada terhadap beredarnya surat atau selebaran giveaway senilai Rp100 juta yang mencatut nama Matius D. Fakhiri (MDF). Selebaran tersebut beredar luas melalui platform pesan WhatsApp dan diduga merupakan informasi palsu (hoaks) yang sengaja dibuat untuk menipu masyarakat.
Dalam selebaran yang beredar, tertulis ucapan selamat kepada pemenang yang disebut telah terpilih mendapatkan hadiah Rp100 juta. Pada bagian latar belakang selebaran itu juga tercantum foto Matius D. Fakhiri yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Informasi, Komunikasi dan Penggalangan Opini DPD I Partai Golkar Papua, Hendrik Yance Udam (HYU) menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan hoaks.
HYU menyampaikan hal itu kepada sejumlah wartawan di Jayapura, Kamis (11/3/2026). Ia meminta masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial maupun aplikasi pesan singkat.
“Kami menegaskan bahwa surat giveaway Rp 100 juta yang mencatut nama Bapak Gubernur Papua itu adalah hoaks. Masyarakat jangan percaya dan jangan sampai tertipu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas HYU.
HYU menjelaskan bahwa sebelumnya juga sempat beredar informasi hoaks yang menyerang Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Papua sekaligus Ketua DPR Papua, Deny Bonay. Kini, menurutnya, hoaks serupa kembali muncul dengan mencatut nama Gubernur Papua.
Menurut HYU, aksi penyebaran informasi palsu tersebut diduga dilakukan oleh oknum atau kelompok tertentu yang memiliki kepentingan politik dan ingin merusak nama baik pimpinan daerah maupun kader Partai Golkar di Papua.
“Kami dari DPD Partai Golkar Papua mengecam keras aksi penyebaran hoaks ini. Jangan sampai masyarakat dijadikan korban oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa jika ada pihak yang mengirimkan selebaran tersebut lalu meminta sejumlah uang dengan mengatasnamakan Gubernur Papua atau DPD Partai Golkar Papua, maka hal itu dipastikan penipuan.
“Jika ada yang menerima pesan atau selebaran tersebut dan diminta mentransfer uang, kami tegaskan itu bukan dari Bapak Gubernur. Itu hoaks dan kami tidak bertanggung jawab atas tindakan penipuan tersebut,” jelasnya.
HYU turut memperingatkan pihak-pihak yang sengaja membuat dan menyebarkan hoaks agar segera menghentikan tindakan tersebut. Ia menegaskan bahwa perbuatan itu bisa berhadapan dengan hukum.
“Jangan melakukan manuver politik liar dengan menyebarkan hoaks. Jika terus dilakukan, maka pembuatnya bisa berhadapan dengan aparat penegak hukum. Partai Golkar tidak akan tinggal diam terhadap upaya-upaya yang merusak nama baik kader,” tegas HYU.
DPD Partai Golkar Papua juga menyatakan akan terus memantau peredaran informasi palsu yang berpotensi menjatuhkan kader-kader terbaik partai di tengah masyarakat.
HYU pun mengajak masyarakat Papua untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial agar tidak ikut menyebarkan hoaks yang dapat meresahkan masyarakat. ( Penulis Jamaludin/Editor Vio)




